Dua Finalis Puteri Indonesia Terlibat Jaringan Prostitusi Vanessa Angel

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat memberikan keterangan
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat memberikan keterangan

PONOROGOTIMES, SURABAYA – Polda Jatim akan segera memanggil enam artis lain yang terlibat dalam jaringan prostitusi Vanessa Angel. Sebab, jaringan prostitusi ini memang banyak sampai melibatkan 45 artis lain serta sekitar seratus orang model.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan sudah mengantongi nama-nama sederet artis dari tim digital forensik. Adapun enam artis itu ternyata merupakan dua artis sinetron televisi swasta yang cukup besar, dua mantan finalis ajang Puteri Indonesia dan artis FTV atau foto model.

“Surat pemanggilan sebagai saksi sudah dilayangkan untuk Minggu depan,” ujarnya saat Doorstop di Ditreskrimsus Poda Jatim, Jumat (11/1/2019).

Untuk diketahui nama artis yang sudah teridentifikasi yaitu inisial AC, TP, BS, ML dan RF, serta tambahan satu artis FG yang diduga kuat terlibat jaringan prostitusi online. Mereka diduga atas nama Mulya Lestari, Baby Shu, Fatya Ginanjasari, Riri Febianti, Aldiena Cena atau Sundari Indira dan Tiara Permatasari.

Luki juga membenarkan ada dua finalis Puteri Indonesia yang diduga terlibat kasus prostitusi artis. “Finalis Puteri Indonesia tahun 2016 dan 2017,” bebernya.

Sementara itu di waktu bersamaan model majalah dewasa Avriellia Shaqqila (AS) kembali mendatangi  penyidik Subdit Siber, Ditreskrimsus Polda Jatim, Jumat (1/11/2019) siang. Kedatangan AS tersebut sesuai permintaan penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus untuk pemeriksaan lanjutan terkait dugaan prostitusi artis.

Kabid Humas Polda Jatim  Kombespol  Frans Barung Mangera membenarkan, AS datang ke Mapolda Jatim terkait wajib lapor. "Iya sesuai jadwal," ujarnya sembari menambahkan kedatangan artis AS untuk menyerahkan sebagian barang bukti tambahan demi kepentingan penyidikan kasus prostitusi artis yang diduga menjeratnya.

Selain itu, juga untuk memenuhi  panggilan wajib lapor yang diterapkan penyidik. "Terkait pemeriksaan AS wewenang penyidik nanti kita sampaikan," jelasnya.

Sebelumnya, AS diagendakan datang ke Polda Jatim,  Kamis (10/1/2019). Namun minta penundaan pemeriksaan karena ada kepentingan keluarga di Jakarta. "Kan kalau kemarin dia izin jenguk adiknya yang sakit ini barusan yang bersangkutan sanggup hadir," pungkasnya.

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]ponorogotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]ponorogotimes.com | marketing[at]ponorogotimes.com
Top