Gebyar 2019 Penari Jathil Ponorogo Pecahkan Rekor MURI

2019 Penari Jathil Ponorogo Pecahkan Rekor MURI. (Foto: B. Setioko/ JatimTIMES)
2019 Penari Jathil Ponorogo Pecahkan Rekor MURI. (Foto: B. Setioko/ JatimTIMES)

PONOROGOTIMES, KEDIRI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggelar Gebyar 2019 Penari Jathil yang diikuti oleh 111 sekolah se-Kabupaten Ponorogo di alun-alun Ponorogo, Minggu (17/02/2019) Sore.

Peserta Gebyar 2019 Jathil ini terdiri dari para pelajar seluruh Kabupaten Ponorogo yang terdiri dari 73 SMP negeri dan swasta, 30 SMA/SMK negeri dan swasta, serta 6 MTs dan 2 MA. Total sebanyak  2.062 penari jathil dilibatkan. Gebyar Penari Jathil ini juga meraih rekor MURI.

Bupati Ponorogo Drs. H Ipong Muchlissoni dalam sambutannya mengatakan, Gebyar 2019 Tari Jathil ini sebagai upaya untuk menguri-nguri serta melestarikan budaya bangsa, khususnya tari jathil khas Ponorogo. 

"Dengan Gebyar 2019 Tari Jathil ini kami pemerintah Ponorogo berupaya ingin menjadi baromater tari jathil sekaligus seni budaya lain, termasuk reog," kata Drs. H Ipong Muchlissoni.

Gebyar 2019 Penari Jathil ini sekaligus momentum dalam meningkatkan kunjungan wisata. Selain Reog, wisata alam ngebel, wisata kuliner sate ayam khas ponorogo serta wisata religi seperti Masjid Tegalsari.

Tari Jathil merupakan salah satu unsur dalam pertunjukan seni Reog Ponorogo, sebagai representasi peran prajurit berkuda Kerajaan Bantarangin.

Olah gerak dalam tari jathil menggambarkan prajurit berkuda yang tengah mengasah kemampuan dan berlatih perang, khususnya dalam rangka mengawal Prabu Klonosewandono untuk meminang Dewi Songgolangit, sang Putri Kerajaan Kediri.

Tarian Jathil sebenarnya merupakan sebuah tarian di dalam suatu pentas Reog Ponorogo. Tak hanya dadap merak berkepala singa sendiri, dalam  pentas Reog Ponorogo tak jarang penampilan Jathil juga mencuri perhatian para penonton. Penari Jathil yang ditarikan sekelompok perempuan cantik yang berbusana selayaknya prajurit pria biasanya berjajar rapi saat beraksi, sembari menunggang kuda lumping.

 

Pewarta : Bambang Setioko Kediri TIMES
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Kediri TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]ponorogotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]ponorogotimes.com | marketing[at]ponorogotimes.com
Top