Perbedaan Surga Menurut 5 Agama di Indonesia

Ilustrasi (youtube)
Ilustrasi (youtube)

PONOROGOTIMES, MALANG – Tujuan akhir kehidupan umat manusia adalah bisa masuk surga. 

Surga adalah suatu tempat peristirahatan yang diyakini adanya di alam akhirat yang dipercaya oleh beberapa penganut agama sebagai tempat berkumpulnya tempat akhir bagi manusia setelah hidup di dunia.

Akan tetapi untuk mencapai tempat terindah tersebut pastinya butuh melakukan perjuangan ekstra karena tempat tersebut adalah tempat bagi orang-orang yang mampu dan memanfaatkan sewaktu hidup untuk mengumpulkan amal kebajikan.

Tetapi dari beberapa penjelasan mengenai surga itu sendiri memiliki definisi berbeda sesuai dengan penganut agama tersebut, berikut beberapa definisi surga menurut lima agama di Indonesia: 

1. Al-jannah-Islam

Banyak disebutkan serta dijelaskan di dalam kitab suci Al-Qur’an maupun hadits Rasulullah SAW di antaranya: "dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” QS.Ali Imran:133. 

‘Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik. Bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sunga-sungai di di dalamnya. 

Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu”. Mereka diberi buah buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya,”. QS.Al-Baqarah:25.

Rasullullah SAW pernah mengutip firman allah SWT dalam hadist Qudsi “Aku telah menyiapkan bagi hamba-Ku yang shaleh sesuatu yang tidak pernah dilihat mata,tidak pernah di dengar telinga dan tidak pernah terbesit dalam benak seseorang.”

Hal ini berati gambaran surga jauh lebih indah dibandingkan dengan bayangan illustrasi atau ekspestasi tentang surga yang kita pikirkan, walaupun banyak keterangan meyebutkan bahwa penghuni surga dapat mendapatkan kesenangan yang luar biasa, seperti rumah istana, bidadari atau hal-hal yang memang kita inginkan dalam hati maupun pikiran.

Di dalam Surah Az-Zukhruf:71 disebutkan ‘dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diinginkan oleh hati dan sedap dipandang mata dan kamu kekal di dalamnya.

Dalam Islam terdapat nama dan tingkatan itu sendiri yang masing-masing akan diberikan sesuai dengan tingkat ketakwaannya. 

Namun apabila mereka memiliki anak yang shalleh dan di doakan oleh anak-anaknya ketika di dunia mereka akan dipertemukan dan dikumpulkan oleh Allah, walaupun tidak sama derajatnya.

2. Gan Eden-Yahudi

Di dalam agama Yahudi itu tidak ada yang namanya surga atau neraka, dan tempat kembalinya hanyalah kepada tuhannya. 

Tujuan kehidupan terakhir menurut agama yahudi adalah pembaharuan pemerintahan Yahwehatas kerajaan duniawi dengan seorang mesiah duniawi atau utusan tuhan yang akan datang ke bumi sebagai kepala kerjaan, barang siapa di dunia memelihara torah akan masuk surga ketaman eden.

Gan eden adalah Bahasa ibrani yang berati taman eden adalah tempat spiritual terakhir yang diyakini agama yahudi, di mana jiwa akan abadi hidup bersama tuhannya. 

Sebab surga dianggap  ibaratnya tidak terlalu adil, karena salah atau tidak, tetap tidak ada yang namanya surga ataupun neraka. 

3. Heaven-Kristen

Tujuan akhir kehidupan menurut agama Kristen hampir mirip dengan tujuan akhir hidup agama yahudi, yakni adanya kerajaan allah di bumi ini.

Yesus kristus adalah kepala kerjaan itu, heaven atau kerajaan surga adalah kehidupan kekal yang dijanjinkan yesus kepada orang-orang yang percaya kepadanya. 

Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata:”Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan ia akan diam bersama-sama dengan mereka.mereka akan menjadi umat-Nya dan ia akan menjadi Allah mereka,’.

Istilah surga diapakai oleh penulis al-kitab yang menunjuk ke tempat yang kudus, di mana Allah berada saat ini. 

Kehidupan kekal dan ciptaan yang sempurna tempat di mana Allah menghendaki untuk tinggal secara kekal dengan umatnya, tidak akan ada lagi pemisahan antara Allah dan manusia. 

Orang-orang beriman sendiri akan hidup dengan kemuliaan dan dibangkitkan dengan tubuh yang baru,tidak ada penyakit, tidak ada kematian dan tidak ada air mata.

4. Swarga-Hindu

Dalam agama hindu surga berasal dari kata Svar yang artinya cahaya dan GAyang artinya pergisehingga diartikan pergi menuju cahaya. 

Mengutip dari wededen upanishad dijelaskan bahwa surga adalah dunia ke-3 yang penuh cahaya. 

Di mana cahaya matahari, bulan, dan bintang tidak ada artinya apa-apa dibandingkan cahaya yang dipancarkan swarga.

Menurut Surga dalam agama Hindu merupakan suatu tempat sementara bagi jiwa yang penuh dengan pahala namun belum cukup suci untuk mencapai Moksha. 

Setelah menikmati surga sesuai pahala yang dimilikinya, jiwa tersebut akan kembali mengalami proses reinkarnasi untuk mencapai kesucian jiwa dan mencapai moksha. 

Dengan demikian surga adalah kesenangan sementara. 

Sedangkan kebahagiaan yang sejati adalah Moksha, yakni bersatunya Atman atau jiwa dan Brahman yang bersifat kekal.

5. Alam Bagian-Budha

Dalam agama Budha, alam surga atau alam bahagia ada di dunia ini bukan suatu tempat yang ada di luar dunia. 

Disebutkan ada enam tingkat alam surga dan 16 tingkat alam brahma, serta empat tingkat alam arupa. 

Kesemuanya itu adalah merupakan alam yang dapat dicapai seseorang dengan bekal perbuatan baiknya selama menjadi manusia terlepas dari agama apapun yang diikutinya.

Sedangkan alam brahma dan arupa bukan hanya dicapai dengan melakukan kebajikan, melainkan juga dengan latihan meditasi. 

Seseorang yang bermeditasi sehingga ia mampu menjadi Rupa Jhana dan Arupa Jhana, maka setelah meninggal dunia akan terlahir di alam brahmatersebut.

Tujuan akhir manusia menurut agama Budha adalah Nirwana yang berasal dari bahasa Sansekerta Nirvanaji atau Nibbana. 

Kata ini sebenarnya berarti padang, bukan tidak ada.

Namun dalam pengertian yang lebih dalam, Nibbana adalah kebahagiaan tertinggi atau suatu keadaan kebahagiaan abadi yang luar biasa.

Kebahagiaan Nibbana tidak dapat dialami dengan memanjakan indra, melainkan dengan menenangkannya. 

Nibbana bukanlah suatu tempat, bukanlah suatu keadaan atau ketiadaan dan Nibbana bukanlah suatu surga. 

Tidak ada kata yang cocok untuk menjelaskan Nibanna ini. 

Ibarat Nibbana adalah api, api itu ada namun api itu tidak dapat disimpan di suatu tempat tertentu.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]ponorogotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]ponorogotimes.com | marketing[at]ponorogotimes.com
Top