Angka Swing Voters di Malang Turun, Banyak Jatuhkan Pilihan ke Prabowo

Jokowi dan Prabowo (Merdeka.com)
Jokowi dan Prabowo (Merdeka.com)

PONOROGOTIMES, MALANG – Debat terakhir pasangan calon (paslon) presiden (capres) - calon wakil presiden (cawapres), Sabtu (13/4/2019) lalu menjadi titik penentuan bagi para pemilih yang belum menentukan pilihan alias swing voters. Berdasarkan survei dari Lembaga Adiwangsa, di Malang, pilihan akhir para swing voters ini banyak berlabuh pada paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. 

Direktur Lembaga Adiwangsa Mahatva Yoga mengungkapkan, di Malang, angka pemilih yang belum menentukan sikap (undecided) ini mengalami penurunan hingga 7 persen pasca debat antara paslon nomor urut 01 Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin dengan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. "Setelah debat kelima itu waktunya singkat. Kami hanya mengamati dari beberapa responden yang swing voters," terangnya.

Turunnya angka swing voters, lanjut Yoga, karena para pemilih itu sudah menentukan pilihan. Baik yang memilih salah satu kandidat, maupun yang memilih untuk tidak memilih alias menjadi golput. "Swing votersnya turun dari 9 persen menjadi 7 persen, menjadi menentukan pilihan dan golput. Beralihnya menjadi vote getter," urainya.

Yoga memaparkan, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi penentuan sikap para swing voters. Salah satu yang paling berpengaruh, adalah soal informasi yang diterima masyarakat atas masing-masing paslon. "Beberapa dipengaruhi oleh media. Dan juga pemberitaan terkait calon presiden dari masing-masing yang dijagokan," tuturnya.

Meski secara umum elektabilitas Joko Widodo - Ma'ruf Amin masih relatif tinggi, Yoga menggaris bawahi soal melejitnya angka swing voters yang menjatuhkan pilihan pada Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. "Di Malang masih 01 yang mendominasi, tapi kenaikan persentase 02 pun juga tidak bisa dianggap remeh," ujarnya. 

Angka kenaikan pada kubu 02, lanjut Yoga, cukup signifikan. Dari latar belakang pemilih, paling banyak justru dari kalangan menengah ke atas atau kaum berpendidikan. "Naiknya 5-8 persen yang merupakan kaum intelektual dengan tingkat pendidikan yang tinggi," terangnya. 

Dia menyebut, faktor yang membuat Prabowo banyak dilirik lebih ke gagasan program, penyampaian visi misi, serta penggunaan isu calon. "Ada militansi dari tim suksesnya juga. Bisa dilihat di media kan banyak (penggunaan isu calon), mulai isu-isu yang bersifat personal dan kelompok, saling tuduh melakukan kecurangan terhadap pemilu," pungkasnya. 

Lembaga Adiwangsa sendiri menggunakan metode survei stratified random sampling dengan margin error mencapai 4,8 persen. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]ponorogotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]ponorogotimes.com | marketing[at]ponorogotimes.com
Top