Irit Komentar, Manajemen Hotel Atria Sebut Pihak Oppo Bawa Sendiri Minuman Keras untuk Buka Bersama

Screenshot Video
Screenshot Video

PONOROGOTIMES, MALANG – Peristiwa buka bersama yang digelar Oppo Malang menuai kontroversi akibat keberadaan minuman keras sebagai sajian berbuka puasa. Manajemen hotel mengaku pihak hotel kecolongan. Pasalnya, menu minuman keras tersebut tidak masuk dalam paket berbuka dan dibawa sendiri oleh penyelenggara acara.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah video viral di media sosial. Dalam video itu terekam suasana buka bersama yang digelar Oppo Malang di sebuah hotel pada Rabu 15 Mei 2019 lalu. Belakangan diketahui bahwa pelaksanaan acara tersebut di Hotel Atria Malang.

Meski demikian, pihak Hotel Atria terkesan irit komentar. Marketing Communication Hotel Atria Malang Kadek Ayu Ery Ratnawati mengungkapkan bahwa pihak hotel tidak menyediakan minuman keras tersebut. "Terkait hal tersebut bisa langsung ke pihak Oppo saja ya. Nggak mungkin kami menyediakan (minuman keras). Semua dari mereka," ujar Kadek melalui pesan tertulis.

Kadek menegaskan tindakan tersebut di luar kebijakan hotel. "Intinya sih kami kelolosan, tapi sudah dibicarakan baik-baik dan sudah clear kok. Jadi, tidak ada yang perlu diperpanjang lagi mengenai case ini," tukasnya. 

Saat ditanya mengenai acara yang berlangsung, Kadek memilih untuk tidak berkomentar lebih panjang. "Kami tidak dapat memberikan klarifikasi lebih karena semua sudah diselesaikan. Untuk lebih lanjut ke Oppo  saja ya," pungkasnya.

Sebuah video yang menggambarkan kegiatan buka bersama (buber) menjadi viral di media sosial. Acara tersebut tak lazim gara-gara menyajikan menu minuman keras jenis bir. Dalam video tersebut, pembawa acara sempat menyebut brand smartphone Oppo dan juga maskot Oppo di panggung acara.

Video tersebut diunggah oleh salah akun Facebook milik Eko WP pada Rabu (15/5/2019) lalu. "Bulan RAMADHAN dan acara BUKBER menurut kami adalah kegiatan KEAGAMAAN yang SAKRAL, jadi jangan dibenturkan antara HALAL & HARAM. Dihimbau untuk outlet yang kenal dengan petinggi OPPO sampaikan salam dari kami: Jangan nodai acara agama dengan cara HARAM Atau jangan salahkan kami jika ada gerakan extrim terhadap produk OPPO, agar anda sadar bahwa tradisi anda melanggar hukum & peraturan," tulis Eko.

"Semoga semua jaringan distribusi market OPPO diberikan HIDAYAH oleh TUHAN YME, untuk memohon maaf & mengklariflkasinya agar tidak mengulanginya. #saveRAMADHAN #semogadiberiHlDAYAH," tambahnya. 

Postingan itu lantas mendapatkan banyak respons bernada mengecam dari warganet. Hingga hari ini (17/5/2019) unggahan tersebut sudah dibagikan ulang sebanyak 525 kali dan menuai ratusan komentar.

Hingga berita ini diturunkan, MalangTIMES tengah mengupayakan konfirmasi dari Oppo Malang.

 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]ponorogotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]ponorogotimes.com | marketing[at]ponorogotimes.com
Top