Kapal Selam milik Indonesia (istimewa)

Kapal Selam milik Indonesia (istimewa)



Kapal selam adalah kapal yang bergerak di bawah permukaan air, umumnya digunakan untuk tujuan dan kepentingan militer.

Sebagian besar Angkatan Laut memiliki dan mengoperasikan kapal selam sekalipun jumlah dan populasinya masing-masing negara berbeda.

Dan pastinya selain untuk kepentingan militer, kapal selam juga digunakan untuk ilmu pengetahuan laut dan untuk bertugas di kedalaman yang tidak sesuai untuk penyelam manusia.

Begitu pentingnya kegunaan kapal selam ini disetiap negara, maka tidak heran jika setiap negara berusaha menciptakan kapal selam sendiri.

Berikut daftar negara-negara yang mampu membuat kapal selam sendiri.

1. Rusia

Siapa yang tidak kenal dengan kecanggihan teknologi Rusia, raksasa Eropa ini baru saja meluncurkan Kapal selam yang bernama Belgorod atau dikenal dengan project 09852 pada tanggal 23 April 2019.

Kapal Selam dengan panjang 215,5 meter ini diklaim sebagai fasilitas senjata bawah laut paling mematikan di dunia saat ini.

Bagaimana tidak, Belgorod ini dilengkapi 6 torpedo poseidon yang memiliki hulu ledak nuklir berkekuatan 2 megatonne setara dengan 2 juta TNT atau lebih dari 130 kali kekuatan bom Hirosima.

Torpedo sepanjang 24 meter jika meledak dibawah bisa memicu tsunami radio aktif dan menciptakan gelombang tinggi hingga 300 kaki atau 91 meter.

Nah, kapal selam buatan Rusia ini juga di persenjatai dengan amunisi konvensional atau nuklir. Yang katanya akan memungkinkan mereka untuk menyerang berbagai sasaran.

Selain untuk keperluan militer, kapal selam ini di peruntukan juga untuk kegiatan penelitian dan eksplorasi di seluruh samudera.

2. Amerika Serikat

Raksasa dunia Amerika Serikat pada tahun 2017 lalu meluncurkan Kapal Selam tercanggih untuk mengatasi ancaman bawah laut dari negara-negara adidaya lainnya.

Kapal Selam yang diberi nama USS South Dakota ini menghabiskan 2,7 Miliar USD atau setara dengan 38,4 Triliun Rupiah dalam masa produksinya.

Kapal Selam yang dilengkapi dua senjata utama yaitu misil balistik dan jelajah ini memiliki sejumlah keunggulan. 

Di antaranya pengintaian dan misi penyelamatan, kemampuan meluncurkan torpedo ke kapal lain, menyerang dengan cepat hingga diperairan dalam sekalipun.

Dan menerbangkan misil ke target di daratan, fungsi pengintaian hingga menurunkan tim khusus nevisil untuk operasi tertentu.

Kapal Selam dengan panjang 110 meter ini diklaim paling berteknologi tinggi di dunia, sehingga memiliki kemampuan daya tahan, mobilitas, serangan, dan manufer-manufernya.

3. Indonesia

Nah setelah menyatakan kemerdekaan, akhirnya Indonesia menunjukkan kemampuannya memproduksi kapal selam sendiri melalui PT PAL Indonesia di Surabaya, ya tepatnya lebih dari 70 tahun ya akhirnya.

Kapal Selam yang diberi nama Alugoro 405 tersebut mulai dikerjakan pada tahun 2017 lalu dan diresmikan pengoperasiannya pada tanggal 11 April 2019.

Pembangunan alat utama sistem senjata alias alat sistem milik TNI AL ini menelan anggaran sebesar Rp. 1,5 Triliun dari pengajuan awal Rp. 2,5 Triliun.

Kapal Selam jenis Diesel Electrice Submarine U209/1400 dilengkapi dengan 14 torpedo, torpedo baru dengan menjangkau sasaran jarak 50 kilometer.

Nah kapal perang yang memiliki panjang 61,3 meter lebar 7,6 meter, yang juga dilengkapi dengan perangkat comeback manajemen.

Sistem pengelola data ini mampu mendeteksi situasi sekitar dan mampu melakukan manajemen pertempuran.

Rencananya,  kedepan akan ada 9 buah kapal selam lagi buatan anak negeri yang akan segera dioperasikan.

4. India

Gak cuma jago bikin mewek lewat film-film Bollywood nya, India juga jago menakut-nakuti musuh dengan armada tempur yang dimilikinya.

Salah satunya adalah INS Kalvari, kapal selam canggih buatan India yang mulai di produksi pada tahun 2017.

Kapal Selam bermesin diesel listrik ini memiliki bobot sekitar 1.565 ton. 

Kapal Selam ini juga dilengkapi dengan fitur siluman dan teknologi futuristik yang membuatnya sulit terdeteksi oleh kapal selam musuh.

Nah agar mudah bermanufer di dalam air, Kapal Selam ini dirancang dengan teknologi hydrodanemik yang mampu melaju dengan kecepatan 20 knot, yang dilengkapi dengan Rudal SM 39 exocet dan Torpedo permukaan serta bawah laut. Inilah yang membuatnya berbahaya bagi kapal selam atau kapal laut musuhnya.

Sebelum mampu merakit kapal selam sendiri, 13 kapal selam India terdahulu merupakan buatan Rusia.

5. Iran

Negara Timur Tengah ini tidak mau kalah soal armada perangnya. Pada 18 Februari 2019 lalu Iran memamerkan kapal selam terbaru dan tercanggih buatan mereka sendiri di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran, dengan dipimpin Presiden Hassan Rouhani. 

Kapal selam bernama Fateh ini kategori semi-berat pertama milik Iran yang diklaim mampu menembakan rudal jelajah yang bisa menjangkau sasaran sejauh 2000 kilometer, yang mampu menjangkau pangkalan militer Israel dan Amerika Serikat di Timur Tengah.

Selain itu Kapal Selam yang mempunyai berat 600 ton itu mampu beroperasi di kedalaman 200 meter dibawah laut selama 35 hari nonstop dilengkapi pula dengan torpedo dan ranjau laut.

Fateh yang bernama sang penakluk juga dilengkapi sistem radar canggih yang dapat mengidentifikasi dengan cepat posisi kapal musuhnya.

6. Perancis

Bukan cuma handal menciptakan brand fashion dunia, Prancis juga membuktikan diri mampu membuat kapal selam sendiri, salah satu yang tercanggih ini adalah Le Terrible.

Kapal Selam ini diluncurkan pada Maret 2008 dan resmi masuk ke angkatan laut Perancis pada September 2010.

Le Terrible ini memiliki panjang 138 meter, lebar 12,5 meter dan di awaki sama 111 kru kapal.

Kapal selam tersebut sangat powerfull karena dapat menghancurkan terget dengan rudal balistik yang ada dibawahnya.

18 rudal balistik yang dimilikinya adalah rudal balistik tipe M45 dengan 60 ledak termonuklir. Rudal berkekuatan 150 ton mampu menjangkau sasaran sejauh 6000 kilometer.

Disamping itu Le terrible ini dilengkapi pula dengan rudal exocet SM39 yang dapat menghancurkan target sejauh 50 kilometer dan torpedo ECAN L5 MOD 3 yang memiliki jangkauan 9 kilometer.

Meski negara-negara maju telah melengkapi diri dengan sejumlah armada perang, namun siapapun pasti berharap tidak akan jadi perang sungguhan dibumi ini.

 


End of content

No more pages to load